Sekilas

Ketika Anda menyambangi Lombok, ada bank tujuan Wisata pantai data dikunjungi. Salah satunya ada di wilayah wilaya timur Pulau ini. Pantai Kaliantan terletak tidak jauh dari Teluk Ekas, tepatnya berada di bagian selatan Kabupaten Lombok Timur, Kecamatan Jerowaru, atau sekitar 72 kilometer jauhnya dari Kota Mataram. 

Berbeda halnya dengan Pantai Kuta Lombok, Pantai Kaliantan menawarkan keindahan alam yang sangat memesona dengan ketenangan dan kesunyian. Jadi, bagi Anda yang mendambakan tempat wisata yang tenang, dapat menyambangi area ini sebagai destinasi pilihan. Bisa dikatakan, Pantai Kaliantan adalah salah satu pantai yang masih perawan dan belum banyak terjamah khalayak ramai. 

Pantai ini memiliki kesamaan seperti Pantai Sundak di Yogyakarta yang masih alami, bersih dan begitu tenang. Tak hanya menawarkan ketenangan dan keindahan pantainya yang sangat asri, Pantai Kaliantan juga memiliki hempasan pasir putih yang sangat bersih dan halus sehingga para pengunjung tidak perlu khawatir bila menyusuri panjangnya pantai sepanjang dua kilometer dengan telanjang kaki.   

Pantai ini memang memiliki panorama yang sangat indah dan luar biasa. Banyak wisatawan baik domestik maupun wisatawan asing yang tertarik untuk menyaksikan keindahan Lombok yang masih alami dan jarang terekspos oleh banyak media. Pantai ini tidak ditumbuhi banyak pepohonan layaknya pantai-pantai Indonesia, namun deburan ombak yang halus dan tenang serta birunya laut dan kemilau pasir putih yang sangat bersih menjadi daya tarik dari pantai ini.  

Transportasi

Tersedia moda transportasi umum ke lokasi ini. Setelah melakukan penerbangan Jakarta-Lombok, lanjutkan perjalanan ke Kota Mataram atau ke Lombok Timur dengan menyewa kendaraan pribadi dengan jarak tempuh sekitar sekitar satu jam. 

Tak cukup sampai di situ, Anda juga harus melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Sikur – Kecamatan sakra – Kecamatan Keruak – Kecamatan Jerowaru – Kecamatan Pemongkong – hingga ke Kaliantan selama kurang lebih 90 menit. Dengan kata lain, untuk sampai ke Pantai Kaliantan Lombok Timur, pengunjung harus mengeluarkan waktu sekitar 2,5 jam dari kota Mataram hingga lokasi yang dituju.  

Untuk penerbangan dari Jakarta, beberapa maskapai penerbangan menawarkan banyak pilihan rute Jakarta-Lombok langsung, atau transit terlebih dahulu ke Bali. Maskapai – maskapai tersebut meliputi Garuda Airlines, Lion Air, Sriwijaya Air, Citilik dan sebagainya. Namun selain melalui jalur udara, Anda juga bisa menempuh perjalanan ke Lombok melalui jalur darat dengan bus dan kereta menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi untuk kemudian menyebrang menggunakan Kapal Feri menuju Gilimanuk, Bali. 

Setelah tiba di Pelabuhan Lembar, Lombok. Lanjutkan perjalanan ke Terminal Mandalika, Mataram. Dari Kota Mataram rute perjalanan dilanjut ke Lombok Timur dan melewati beberapa kecamatan hingga akhirnya tiba di Pantai Kaliantan.  

Akomodasi

Walaupun Pantai Kaliantan dekat dengan Kecamatan Pemongkong, agak sulit mencari penginapan di wilayah ini. Kecamatan atau lokasi yang memiliki penginapan dan tidak jauh dari Pantai Kaliantan adalah wilayah Jerowaru dan sekitarnya. 

Berikut ini daftar penginapan yang bisa dijadikan referensi. 

Jeeva Beloam Beach Camp

Jalan Pantai Beloam No. 1 Jerowaru, Indonesia, 83672 

Harga mulai dari Rp 3.927.000;

Novotel Lombok Resort and Villas

Lokasi berjarak 23km dari Jerowaru

Jalan Pantai Puteri NyaleMandalika Resort, Kuta, Indonesia, 83001

Harga mulai Rp 1.452.000;

Kutamara Hotel

Lokasi berjarak 24km dari Jerowaru

Jalan Pariwisata Pantai Kuta, Kuta, Indonesia

Harga mulai Rp. 400.000;

Dedy’s Homestay

Jalan Pariwisata Kuta Lombok, Kuta, Indonesia, 83573

Telp. (0370) 6158024, Fax. (0370) 6158024

Email : [email protected]

Harga mulai Rp 200.000; 

Selain tempat-tempat yang direkomendasikan di atas, masih banyak lagi penginapan yang tersebar dan tidak terekspos di internet. Sehingga untuk penginapan di wilayah Lombok, Anda tidak perlu merasa khawatir kesulitan menemukannya. 

Kegiatan

Suku Sasak memiliki sebuah kebudayaan berupa upacara adat atau ritual Bau Nyale yang dilakukan setiap satu tahun sekali di pantai-pantai di seluruh Lombok terutama Pantai Seger, Pantai Kuta Lombok dan Pantai Kaliantan Lombok Timur. Bau Nyale diadakan di setiap Februari untuk menangkap sejenis cacing laut yang hidup di lubang-lubang batu karang dan dipercaya oleh masyarakat Lombok sebagai perwujudan dari Putri Mandalika. 

Konon, menurut sejarah Putri Mandalika adalah seorang puteri raja Lombok dari Kerajaan bernama Tunjung Bitu. Putri ini dikenal sebagai sosok yang sangat cantik jelita, anggun, berperangai elok dan sangat baik hati. Selain itu, Putri Mandalika juga dikenal sebagai puteri yang bertubuh ramping dan sempurna. Wajar bila akhirnya seluruh pangeran di pelosok negeri jatuh cinta dan memperebutkan dirinya untuk dijadikan sebagai istri. 

Sayangnya, Putri Mandalika tidak ingin melukai hati siapapun. Karena sikapnya itulah sehingga siapapun pangeran yang datang meminang diterimanya. Hal ini tentu saja mendatangkan perdebatan di antara para pangeran-pangeran, sehingga terjadilah kesepakatan di antara para pangeran untuk melakukan adu kejantanan dengan cara berperang. Siapa yang berhasil keluar sebagai pemenang maka dia yang berhak menjadi pasangan hidup dari Putri Mandalika. 

Berita peperangan pun akhirnya sampai ke telinga Raja Tunjung Bitu dan juga Putri Mandalika. Putri Mandalika pun akhirnya membuat keputusan yang sangat mengejutkan semua pihak. Akhir cerita, karena tidak ingin melukai hati siapapun, Putri Mandalika lebih memilih untuk menceburkan dirinya ke salah satu pantai di Lombok di hadapan kedua orangtuanya, para pangeran dan juga masyarakat yang berkumpul. Konon setelah tubuhnya terseret ombak dan menghilang tanpa jejak, bermunculan nyale atau cacing laut yang memiliki warna sangat indah yaitu perpaduan antara warna hitam, hijau, kuning, cokelat dan juga putih yang diyakini sebagai jelmaan dari Putri Mandalika.     

Berdasarkan cerita rakyat yang sudah melegenda itu, ritual atau kegiatan adat Bau Nyale sudah dilakukan oleh Suku Sasak  sejak abad ke-16 Masehi hingga kini dan dijadikan sebagai salah satu daya tarik para pelancong untuk berkunjung ke Lombok. 

Bukan hanya menyaksikan ritual Bau Nyale, Anda juga bisa melakukan kegiatan seperti snorkeling, berjalan-jalan menyusuri panjangnya pantai dengan berjalan kaki, sambil sesekali bermain ombak yang tenang, menikmati panorama alam yang indah sambil duduk-duduk santai di bibir pantai, atau mengabadikan setiap momennya dengan kamera Anda.  

Pantai Kaliantan Lombok Timur memang terletak di daerah terpencil dan tidak memiliki nama yang setenar dengan Pantai Lombok lainnya seperti Pantai Senggigi, Pantai Kuta maupun pantai lainnya. Namun, pesona keindahan Pantai Kaliantan ini tidak kalah indahnya dengan pantai-pantai lainnya. Pantai ini menawarkan golden sunset yang begitu memukau dan terlihat begitu eksotik. 

Sedikitnya wisatawan yang berkunjung ke lokasi ini dikarenakan letaknya yang memang agak sulit dijangkau membuat pantai ini seolah seperti private beach. Anda bisa berkeliling memutari pantai ketika senja menjelang. Keindahan sunset yang dihadirkan Pantai Kaliantan dengan hamparan rumput hijau dan juga deburan ombak yang tenang, air yang sangat bening dan juga pasir putih yang sangat bersih terlihat begitu menggoda dan membuat enggan untuk pulang. 

Berkeliling di area ini hanya bisa dilakukan di sekitar pantai. Sebab, pantai ini tidak seperti Pantai Kuta atau Senggigi yang memiliki fasilitas sarana jalan yang memadai. Kondisi jalan menuju Pantai Kaliantan bisa dikatakan tidak bagus. Dari jalan utama sepanjang 5 kilometer, Anda akan mendapati kontur jalan yang buruk.  

Tips

Untuk menuju ke sini, bertanyalah pada penduduk sekitar sebagai penunjuk arah karena sulit untuk menemukan tanda atau penunjuk arah yang terpampang di sudut-sudut jalan.

Anda sebaiknya membawa perbekalan sendiri selama berada di pantai, sebab lokasi ini minim dengan penjual yang menjajakan kuliner. Anda akan kesulitan menemukan warung, toko dan sejenisnya. Namun tetaplah biasakan membawa plastik atau wadah sendiri untuk membuang sampah. Tetap jaga kebersihan dan jangan mengotori keindahan pantai dengan sampah barang bawaan Anda. 

Anda juga sebaiknya benar-benar memastikan kondisi kendaraan dengan sangat cermat. Hal ini dilakukan agar saat Anda melakukan perjalanan ke lokasi, kendaraan tidak bermasalah di tengah perjalanan. Cek kondisi mesin, banyaknya bahan bakar, dan lain sebagainya.  

Kuliner

Bila mengunjungi Lombok, tak lengkap rasanya bila tak mencicipi kuliner khas Lombok baik makanan ringan maupun masakan khasnya. Untuk menikmati jajanan tradisional khas Lombok, Anda bisa menyambangi Desa Kelayu yang terletak tidak jauh dari Kota Selong, Lombok Timur. Desa ini menawarkan aneka jajanan pasar khas Lombok seperti dodol beraneka ragam rasa, rumput laut, rengginang, dan lain sebagainya. 

Banyak wisatawan yang belum tau bahwa Lombok memliki kopi enak dengan racikan yang khas. Bubuk kopinya dihasilkan dari biji-biji kopi yang ditumbuk dengan campuran beras dan kelapa, sehingga rasanya lebih gurih. Anda bisa mencobanya di warung-warunng di pinggir jalan atau di Jalan Udayana.

Lombok Timur memiliki makanan khas bernama kue bantal, atau “tikel gapuk” versi orang lokal. Bentuknya seperti bantal dibungkus dengan dau kelapa, mirip dengan lepat khas Jawa, namun isi kue bantal adalah kacang merah atau pisang. Anda bisa mendapatkannya di pasar-pasar tradisional yang terdapat di Lombok Timur, tepatnya di daerah Anjani. Harganya relatif murah, satu ikat hanya sekira Rp 15.000 terdiri dari 10 pcs.

Berbelanja

Kegiatan berbelanja seperti membeli cideramata atau barang kerajinan khas Lombok dapat dilakukan di Kota Mataram, atau di lokasi lain di sekitar wilayah Jerowaru, Ekas, mapun Praya. Di lokasi-lokasi ini, Anda bisa menemukan banyak tempat yang menjual buah tangan khas Lombok seperti makanan, kain tenun, aneka perhiasan mutiara dan lain sebagainya. 

Khusus di daerah Sayang-Sayang Kota Mataram, tepatnya di Pasar Seni, Anda akan menemukan kerajinan anyaman rotan, kerajinan kayu, atau ornamen-ornamen yang terbuat dari kulit kerang mutiara.   


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *